Kepala Badan Pusat Statistik (NPS) Kaltim, Yusniar Juliana mengatakan, untuk Provinsi Kaltim tentu memiliki relevansi terhadap bagaimana perkembangan dan perubahan kondisi ekonomi. Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan akibat permintaan yang meningkat menjelang Iduladha tahun ini.
"Naiknya permintaan menjelang Iduladha, kenaikan permintaan beberapa komoditas baik dari daging ayam, telur ayam dan gas elpiji menjelang Iduadha," ucap Yusniar Juliana kepada Korankaltim.com, Senin (3/6/23).
Sebagai upaya mengendalikan harga di tengah tren kenaikan jelang lebaran, Pemprov Kaltim menggelar pasar murah bertajuk gerakan pangan murah menjelang Hari Raya Iduladha beberapa hari lalu.
Sementara terkait inflasi gabungan 2 kota jelasnya, karena di Kaltim perubahan harga diukur berdasarkan kota Balikpapan dan Samarinda. Tercatat inflasi bulanan dua kota pada Juni 2023 terhadap Mei 2023 ada peningkatan 0,18 persen sedangkan nasional mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. "Jadi untuk Kaltim posisinya masih di atas rata-rata nasional," kata Kepala BPS Kaltim itu.
Kota Samarinda tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25 persen sementara Balikpapan relatif stabil, 0,08 persen. Jika dibandingkan dengan Desember 2022 hingga Juni 2023 tercatat perubahan harga sebesar 1,94 persen ini sama dengan inflasi bulanan, dimana perubahan harga di Kaltim secara tahun kalender berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 1,24 persen. "Inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran tertinggi pada kelompok pengeluaran transportasi sebesar 1,25 persen dan andilnya 0,1672 persen," ungkapnya.
Sedangkan yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar negatif 0,37 persen dan memberikan andil terhadap perubahan harga di Juni sebesar minus 0,0148 persen. Indeks harga konsumen berdasarkan Juni 2023 terhadap Juni 2022 tercatat 3,76 persen sementara secara nasional 3,52 persen inflasi dari tahun ke tahun.
Editor: Maruly Zainuddin