Sebagai informasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.
Kepala BPS Kaltim, Yuniar Juliana menyebutkan, Kaltim mengalami inflasi 0,20 persen atau terjadi perubahan IHK dari 113,54 pada April 2023 menjadi 113,77 pada Mei 2023. Inflasi kalender pada Mei 2023 sebesar 1,76 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun tercatat 4,06 persen.
Hal ini terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran diantaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,31 persen, kemudian kelompok perawat pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,40 persen.
Yuniar menyebutkan, selain terjadi peningkatan, terdapat juga kelompok IHK yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok transportasi sebesar 1,98 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen. ”Untuk kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2023 cenderung stabil," ungkap Yuniar, Senin (5/6/23).
Sebaliknya jelas Yuniar, kelompok yang memberikan andil deflasi yaitu transportasi dengan andil 0,2716 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0053 persen. Jika dirinci menurut kota, pada Mei 2023, Samarinda mengalami inflasi 0,11 persen dengan IHK 113,65. Untuk Balikpapan mengalami inflasi 0,33 persen dengan IHK sebesar 113,93.
"Mei 2023 inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 1,48 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,85 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender untuk kota Balikpapan pada Mei 2023 sebesar 2,13 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,34 persen," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin