Program kemandirian ekonomi masyarakat melalui teknik budi daya tanaman hidroponik ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 8 yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua.
Dalam rilisnya, Area Manager Comm,Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mendukung penuh upaya pemberdayaan masyarakat khususnya yang berada di wilayah sekitar operasional.
“Pertamina mendukung masyarakat agar lebih produktif, sehingga kedepannya bisa lebih kreatif dan dari segi ekonomi juga membaik serta dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri," ungkapnya.
Terdapat 4 kelompok petani pakcoy (sawi daging) dan selada hidroponik yang menerima bantuan langsung tersebut. Misno, selaku koordinator kelompok petani merasa terbantu dengan adanya bantuan TJSL.
“Dari penghasilan secara ekonomi kami meningkat, saat ini per bulan mendapat tambahan sekitar Rp4 juta. Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pertamina,” ujarnya.
Misno menambahkan, adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok tani yang wilayahnya masuk dalam zona terdekat.
“Kami terkadang masih kewalahan untuk memenuhi kebutuhan lokal, dan akan ada pembangunan IKN yang kemungkinan dapat meningkatkatkan keterbutuhan dari pakcoy dan selada. Harapannya Pertamina dapat terus mendampingi hingga nanti,” tutupnya.
Pertamina Patra Niaga sebagai subholding commercial & trading dari PT Pertamina (Persero) senantiasa akan terus mendampingi masyarakat sebagai penerima bantuan hingga saatnya mereka dapat berkembang mandiri.
Editor: Rusdianto