"Memang pada tahun 2020 pernah tidak memberikan kontribusi karena pandemi Covid-19,"
ungkap Direktur Utama (Dirut) Hutan Sanggam Roby Maula melalui ManaJer Humas
Pamhut Hutan Sanggam Anwar Kalfangare kepada Korankaltim.com, Rabu (17/5/2023).
Namun pada tahun 2022 mereka surplus sejumlah Rp2.457.476.790, sehingga kontribusinya lebih baik lagi bagi daerah. Selain itu, dampak perang antara Rusia dan Ukraina juga ikut mempengaruhi pada target pendapatan perusahaan.
"Apalagi negara-negara tujuan ekspor olahan kayu bulat seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika yang turut terdampak perang tersebut, tidak terlepas dari krisis," Imbuh Anwar.
Sektor manufaktur ikut terpukul, sebab pasar global kembali berpusat pada sektor energi seperti listrik dan batubara. Hal itu tentu berdampak pada bisnis Hutan Sanggam.
“Kami pun berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan performa dulu, agar Hutan Sanggam dapat memberi kontribusi pada daerah. Tentu melalui perbaikan pengelolaan kayu bulat yang selama ini sudah berjalan, agar dapat dimaksimalkan," tambahnya.
Untuk jangka menengahnya, yakni dengan memperoleh hasil di luar pendapatan kayu bulat melalui upaya optimalisasi untuk melakukan diversifikasi usaha. "Sehingga pada tahun 2022 ketika masuk dalam jangka menengah ini, kami mulai melakukan pembenahan,” sebut Anwar.
Sedangkan dalam jangka panjang perusahaan akan berjuang agar tidak sepenuhnya lagi bergantung pada kayu bulat. Luas areal yang dikelola oleh Hutan Sanggam sekarang kurang lebih 78.000 Hektar dan sudah terjadi penyusutan-penyusutan karena ada pengajuan-pengajuan APL seperti APL Jalan, APL Kampung dan sebagainya.
Tak hanya itu, penyusutan areal juga terjadi karena pengajuan APL jalan yang dibangun dari pinjam pakai kawasan. “Tapi itu akan menjadi langkah fokus sistem kami kemarin hingga surplus karena optimalisasi aset,” ucap Anwar.
Untuk diketahui, PT HSB sejak 29 Juni 2022 bukan lagi Perusda, BUMD melainkan Perseroan Terbatas (PT). Dimana telah memiliki tiga pemegang saham yakni Pemerintah Kabupaten Berau dengan saham terbesar, lalu PT Inhutani I dan Perusda Sylva Kaltim Sejahtera.
Editor Aspian Nur