Ketua Ketua Tim Stat Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Marinda Dami Priyanto, bulan lalu Samarinda mengalami inflasi 0,45 persen dan Balikpapan 0,40 persen. “Inflasi tahun kalender di Samarinda 1,38 persen sementara di Balikpapan 1,80 persen,” kata Priyanto lewat rilis yang diterima Korankaltim.com Selasa (2/5/2023).
Dibandingkan dengan April 2022 tahun lalu, inflasi gabungan dua kota adalah sebesar 4,46 prersen. Untuk Samarinda 4,41 persen dan Balikpapan 4,54 persen.
Priyanto menjelaskan rincian bulan ke bulan, tedapat perbandingan Maret dan April 2023 pada Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriyah relatif lebih rendah jika dibandingkan kondisi tahun 2022. “Pada April sebesar 0,42 persen sedangkan April 2022 sebesar 1,17 persen. Maka ini menujukkan pada kondisi yang sama tahun berbeda relatif lebih rendah,” sebut Priyanto.
Secara umum inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran, diantaranya yaitu kelompok transportasi sebesar 1,58 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen.
“Kemudian juga ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,52 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebsesar 0,48 persen,” paparnya.
Turut masuk dalam kelompok yang juga jadi penyebab inflasi, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,34 persen.
Kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen. Sebaliknya kelompok yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok pakaian danalas kaki sebesar 0,81 persen.
“Juga pada kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen. Untuk kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan pada April 2023 cenderung stabil,” pungkas Priyanto.
Editor: Aspian Nur