Dari total 11 kelas, kunjungan pertama dilakukan oleh kelas VII A dan VII B dari SMP Negeri 4 Balikpapan, Senin (20/2/2023).
Kunjungan ini merupakan program P5 yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka. Program P5 bertujuan untuk menanamkan karakter pada pribadi peserta didik berdasarkan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Dalam Kurikulum Merdeka kita dibebaskan untuk melakukan implementasi proses pembelajaran seperti penanaman karakter pada siswa, melalui P5 ini para siswa diperkenalkan warisan cagar budaya sehingga memiliki pengetahuan dan rasa bangga terhadap kota Balikpapan,” kata Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri 4 Balikpapan, Umi Chabibah.
Umi juga mengungkapkan alasan dipilihnya Rumah Dahor karena para siswa yang bersekolah di sekitar Balikpapan Barat juga belum pernah masuk ke Rumah Dahor. Selain pula tema tentang kearifan lokal ini berkaitan dengan HUT ke-126 Kota Balikpapan.
“Dengan harapan adanya P5 ini akan lebih memberikan karakter bangga, cinta tanah air, mandiri, gotong royong dan bernalar kritis terhadap kearifan budaya yang ada di sekitarnya,” ujar Umi.
Kunjungan ini akan berlangsung hingga 27 Februari mendatang, yang dilanjutkan dengan kelas lainnya secara bertahap. Sementara Relawan Rumah Cagar Budaya Dahor Rudiansjah J.A. menyambut baik kunjungan para siswa tersebut.
"Semoga semakin banyak siswa-siswi dan masyarakat umum yang peduli serta mengunjungi cagar budaya, cagar budaya kunjungi lindungi Lestarikan," kata Rudi.
Di tempat terpisah, Area Manager Comm, Rel & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa Rumah Cagar Budaya Dahor merupakan salah satu upaya Pertamina mengajak generasi muda untuk peduli dan mendapatkan pembelajaran dari kekayaaan sejarah.
“Rumah Dahor tentunya tidak lepas dari sejarah Kota Balikpapan, dan sejarah Kota Balikpapan tidak lepas dari sejarah Pertamina.
Melalui kunjungan ini diharapkan para siswa mendapatkan pemahaman tentang sejarah Balikpapan, sehingga mereka dapat semakin mencintai daerahnya dan memahami akan sejarah dari kota tempat mereka tinggal,” tutup Chandra.
Editor: Aspian Nur