Pasar yang dimasyarakat Samarinda populer dengan sebutan Pasar Dayak terletak di Jalan PM Noor itu bakal jadi ikon baru di Kota Tepian.
Hal ini disampaikan Wali Kota Samarinda H Andi Harun dalam peresmian pasar tersebut. Menurutnya, peresmian Pasar Rakyat Beluluq Lingau sebagai langkah pemkot memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal jual beli.
Kehadiran pasar ini tentu dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang mencari kebutuhan pangan khusus, sehingga tidak perlu kesusahan lagi mencari ditempat lain
Pasar Rakyat Beluluq Lingau memiliki desain yang unik, ada unsur budaya serta akan ditambah ornamen khas suku Dayak sehingga bisa jadi ikon baru.
"Disini ada nuansa pembauran ornamen Dayak dan yang paling penting sudah mulai berfungsi hari ini, diharapkan menjadi pembangkit perekonomian masyarakat di Kota Samarinda" paparnya.
Nantinya akan ada penambahan lapak, kanopi dan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pasar tersebut yang direncanakan tahun ini serta penambahan fasilitas lainnya tahun depan.
Andi berharap Pasar Rakyat Beluluq Lingau dapat menjadi pasar Standar Nasional Indonesia (SNI), selain karena unsur terpenuhinya syarat-syarat teknis sebagaimana diatur syarat-syarat standar SNI bagi sebuah pasar, tetapi juga karena keunikannya dari sisi desain arsiteknya.
Kepala Dinas Perdagangan Marnabas menyampaikan saat ini Disdag telah menyediakan sekitar 100 lapak di pasar tersebut.
"Sekarang baru diisi pedagang yang dari pinggir jalan sekitar 70 lapak, berrti ada kelebihan 30 dan kedepan untuk pedagang di Pasar Subuh Jalan Yos Sudarso sekitar 59 pedagang pindah kesini, itu artinya masih kurang sekitar sekitar 29 lapak," sebut Marnabas.
Hendrik Tandoh, Ketua Dewan Adat Dayak menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kehadiran Pasar Rakyat Beluluq Lingau.
"Masyarakat yang bergabung di Pasar Rakyat Beluluq Lingau sangat bersuka cita, harapan mereka pasar ini bisa menjadi pusat perekonomian di Kota Samarinda dan mampu mendongkrak perekonomian keluarga mereka," ujar Hendrik.
Sementara pedagang daging babi Desi mengaku merasa nyaman dengan adanya lapak yang disediakan oleh Pemkot Samarinda ini.
"Saya dulu jualan di pinggir jalan sekitar satu tahun lebih, tetapi setelah disini dengan berbagai fasilitas yang ada tentu saya merasa nyaman apalagi fasilitas yang disediakan untuk berjualan ini lengkap," kata Desi.
Editor: Aspian Nur