Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas menjelaskan terkait rencana peresmian pasar tersebut. Saat ini Disdag berupaya untuk terus melengkapi beberapa fasilitas yang dibutuhkan pedagang serta pengunjung, seperti penambahan lapak juga parkir kendaraan.
"Fasilitas lapak yang kurang kami tambah karena kami juga berencana memindahkan para pedagang yang ada di Pasar Subuh ke pasar tersebut, jadi akan ada tambahan 29 lapak lagi," jelas Marnabas kepada Korankaltim.com.
Nantinya Pasar Rakyat PM Noor bukan hanya diisi oleh para pedagang kebutuhan pokok seperti sayuran, tetapi juga pedagang yang berjualan aksesoris serta pernak pernik khas Dayak dan juga daging Non Halal.
"Tujuannya agar Pasar Rakyat bisa lebih ramai, karena saya yakin ketika pedagang Pasar Subuh sudah masuk pengunjung yang datang juga akan lebih banyak, karena ini pasar khusus," jelasnya.
Dengan terfokusnya satu tempat pasar yang menjual bahan makanan khusus tersebut akan menjadi kemudahan baik para pedagang yang berjualan maupun masyarakat.
Pasar Rakyat ini juga diharapkan dapat menjadi pasar berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Pelan-pelan kedepan saya akan upayakan Pasar Rakyat Jalan PM. Noor akan menjadi Pasar berstatus SNI, walaupun belum bisa membangun pasar yang sempurna," pungkas Marnabas.
Editor: Aspian Nur