Bukan tanpa alasan, harga yang lebih kurang lebih sama dengan pasar induk membuat pasar tumpah jadi pilihan untuk berbelanja sembako.
Pasar tumpah sendiri adalah pasar yang pedagangnya berjualan di tepi jalan, bukan di tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah setemmpat.
Pasar induk yang berada disekitaran kawasan tersebut adalah Pasar Rahmat yang ada di Kelurahan Simpang Tiga Kota Samarinda dan Pasar Subuh yang terletak di Loa Janan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Mega, warga Tani Aman kepada Korankaltim.com mengaku, dirinya memang rutin berbelanja di pasar tumpah untuk kebutuhan hari-hari karena bahan yang diperlukan lengkap, mulai dari sayur mayur, daging sapi, daging ayam, seafood, pakaian, sembako, buah-buahan, hingga makanan dan sayur masak.
“Karena dekat dari rumah, juga harga tidak jauh beda, ada juga beberapa yang sama dengan di pasar besar,” kata wanita 28 tahun ini.
Banyak pembeli di pasar tumpah mengaku alasan lain datang ke tempat tersebut selain harga murah juga pasar yang bersih, tak ada sampah mengganggu yang berserakan.
Hanya saja karena berada di tepi jalan, pasar tumpah sepanjang 1,5 kilometer kerap menyebabkan kemacetan cukup panjang, apalagi lokasinya berdekatan dengan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Mengan Atas (SMA). Banyak juga karyawan tambang yang bertempat tinggal atau mengontrak di kawasan tersebut.
Maria, pedagang ikan yang berjualan di pasar tumpah memaparkan alasan dirinya berdagang karena melihat peluang yang ada, banyaknya konsumen yang berdatangan dirinya memberanikan diri untuk berjualan.
"Awalnya karena melihat ada yang berjualan, terus nambah banyak, lalu saya memberanikan diri mengambil ikan langsung ke pelelangan yang ada di Selili," kata Maria.
Pantauan dari Korankaltim.com, tak jarang juga warga yang memiliki rumah di pinggir jalan akan menyewakan lapak pada pedagang dengan harga sewa lapak Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulannya.
Para penjual sayur keliling juga biasanya akan berbelanja di pasar tumpah tersebut, yang kemudian menjualnya lagi ke kilometer 5 sampai 10.
Editor: Aspian Nur