Ya, kapal tradisional yang jadi legenda di Kota Tepian itu sampai saat masih eksis memberikan layanan kepada masyarakat baik yang hendak menyeberang dari Samarinda ke Samarinda Seberang atau sebaliknya,
Kapal tambangan yang berada di Dermaga Hilir, tepi Sungai Mahakam, Jalan Gajah Mada terlihat berbaris rapi setiap hari dan lalu lalang di atas sungai mengantar penumpang diantara ramainya kapal modern juga ponton pengangkut batu bara. Setiap hari ada puluhan kapal tambangan yang beroperasi di Sungai Mahakam.
“Satu kapal tambangan dibatasi maksimal hingga 6 penumpang saja karena ukuran kapal tidak terlalu besar. Disini ada sekitar 50 kapal tambangan khusus penumpang yang siap menyeberang setiap hari agar penumpang tidak terlalu lama kalau antri,” kata Sultan, satu diantara motoris kapal tambangan kepada Korankaltim.com Sabtu (4/2/2023) kemarin.
Di Dermaga Hilir kapal tambangan standby 24 jam mengangkut penumpang juga barang dengan tarif hanya Rp5 Ribu per orang.
“Kalau kapal sudah sudah 6 orang, calon penumpang lain harus menunggu kapal berikutnya, tapi kalau kapal belum full ada penumpang yang buru-buru mau berangkat kerja kami tetap berangkat, kasihan kalau terlambat sampai ke kantor, biasanya dikasih uang tambahan,” ungkap Sultan lagi.
Sejak awal 2023 ini jumlah penumpang di Dermaga Hilir kian menurun tidak seperti tahun tahun sebelumnya.
“Hari ini saja saya dapat Rp150 ribu hasil narik dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, dipotong biaya sewa kapal per hari Rp 40 Ribu, belum makan, rokok dan yang paling penting beli solar untuk bahan bakar. Kapal tambangan sekarang semakin susah, paling hasil narik yang saya terima bersih hanya Rp 30 Ribu untuk dibawa pulang,” ucapnya lagi.
Selain rute Dermaga Hilir pasar pagi-pasar sore, ia juga melayani jika ada penumpang yang ingin menyusuri Sungai Mahakam menggunakan kapal tambangan.
“Kadang juga ada penumpang yang mau ke rute lain misalnya ke pelelangan ikan di selili atau hanya sekedar berjalan jalan refresing menggunakan transportasi air kami juga disini bisa melayani asal harganya cocok,” pungkas Sultan.
Editor: Aspian Nur