Pesta rakyat tersebut digelar kurang lebih enam hari sejak Senin (9/1/2023) besok hingga Jumat (14/1/2023) nanti, dipusatkan di Gelora Kadrie Oening Jalan Wahid Hasyim Sempaja, yang setiap harinya dibagi dalam berbagai tematik.
"Kegiatan dijadwalkan mulai dari pagi, sore juga malam. Semua sudah terisi, sudah ada slotnya. Ini untuk memudahkan agar ketika datang ke pesta rakyat sudah berlangsung dengan acara yang berbeda-beda," jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur ini,
Pesta rakyat dikemas seperti fair atau eksibisi dan ada sekitar 116 penyewa ikut menyemarakkannya.
"Yang 70 penyewa itu didedikasikan dari perangkat daerah, isinya itu mulai dari pelaku UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah), kuliner, kerajinan, juga ada layanan kesehatan gratis," paparnya.
Pesta rakyat dimulai dari jam sembilan pagi sampai jam sepuluh malam setiap harinya. "Kecuali Kamis, sudah sejak pagi pukul 07.00 Wita karena ada senam dan giat olahraga," sebut Sri Wahyuni lagi.
Tahun ini mungkin yang berbeda adalah seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim ikut berpartisipasi karena disatu sisi menyuarakan atau mempromosikan program sementara di sisi lain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan mereka.
Misalnya ada pasar rakyat, juga program pencegahan stunting seperti giat minum susu, makan daging, makan telur. Juga ada pentas seni pelajar, atraksi siswa-siswi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim.
"Jadi setiap hari perangkat daerah mengisi acara sesuai tupoksinya masing-masing dan itu dikemas secara menyenangkan dari masyarakat untuk masyarakat tapi pelaksananya perangkat daerah," pungkas Sri Wahyuni.
Editor: Aspian Nur