“Itu prosesnya masih berjalan, saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Pemkab Kutai Timur,” terang Puguh.
Dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim, perusahaan asal Malaysia bernama PT Songgoritty Group disebut-sebut akan melakukan investasi jangka panjang dengan estimasi waktu tak kurang 10 tahun.
Perusahaan tersebut akan membangun ekosistem perumahan kayu lengkap dengan perusahaan perkayuan di kawasan KEK Maloy. Tinjauan lapangan pun sudah dilakukan calon investor.
Plt Direktur PT MBTK, M Ade Himawan menyebutkan dari informasi yang ia terima, lahan yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana investasi tersebut mencapai 2 Ribu hektar.
“Ketersediaan lahan kami (KEK MBTK) saat iniseluas 509 hektar. Jadi kemungkinan investasi ini menungu pembangunan tahap kedua KEK Maloy,” jelas Ade.
“KEK MBTK kedepannya akan melakukan pengembangan sesuai dengan rencana awal yang sudah dibuat. Bahwa akan ada KEK Malot tahap 2 yang lokasinya di sekitar Sangkulirang,” sambungnya.
Ade berharap, pasca melakukan peninajauan, PT SOnggoritty Group akan masuk ke tahap lanjutan untuk membicarakan tindaklanjut rencana investasi mereka di KEK MBTK.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Rusdi