Terkait hal ini, Wali Kota Samarinda H Andi Harun menyebut kelangkaan BBM ini tidak hanya terjadi di Kota Tepian tapi juga di daerah lain. "Kami terus memonitor dan memantau karena kelangkaan BBM masih terjadi,” ujar Andi Harun kepada Korankaltim.com Selasa (20/12/2022) hari ini.
Meski antrian panjang setiap hari terlihat namun orang nomor satu di Kota Tepian itu menyebut BBM masih dalam kategori terkendali. "Kami yakinkan, di Samarinda kondisinya masih terkendali, walaupun satu dua SPBU di beberapa area terjadi delay layanan BBM," tegasnya.
Pemkot Samarinda terus melakukan langkah dalam memenuhi kebutuhan BBM diantaranya dengan berkoordinasi dengan Pertamina dan SPBU. Selain itu manajemen tata penyaluran dan layanan BBM kepada pemilik kendaraan juga terus dievaluasi.
"Contoh kasus, ada pemilik fuel card yang sebut saja jatahnya 100 liter BBM perhari, anggap saja sehari hanya perlu 60 liter berarti ada sisa 40 liter, tetapi ternyata sisanya diberikan ke kendaraan lain," ungkap Andi Harun.
Hal itu berimbas dengan semangkin tingginya pemakaian BBM dalam waktu satu hari. Kejadian seperti itu adalah fakta di lapangan setelah adanya pengaturan distribusi BBM oleh Pertamina di SPBU.
Karena itulah pemkot akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dan Pertamina agar fuel card yang dibagikan kepada pemilik kendaraan tidak bisa digunakan lagi oleh pemilik kendaraan lain.
Penulis: */Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur