Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ahmad Herwansyah mengatakan, para pelaku Ekraf sudah sepatutnya diberi perhatian.
"Daya saing produk itu selain bahan baku, kelembagaan dan SDM juga sebagai penentu," ucap Herwan, Selasa (8/11/2022)
Ia menerangkan Ekraf saat ini menjadi hal menarik dan banyak diminati. Kebutuhan Ekraf sudah menjadi gaya hidup di masyarakat.
Terlihat dari banyak produk lokal yang dibuat menjadi perhiasan tubuh seperti kalung, tas, pakaian, sepatu dan jam tangan. Belum lagi, pernak pernik untuk rumah, kantor, hingga hotel.
Ajang Pekan Kreatif Kaltim tahun 2022 ini, kata Herwan sekaligus momentum untuk pendataan pelaku Ekraf di Kaltim.
"Karena di 10 kabupaten/kota di Kaltim rerata punya unggulan. Makanya harus kita kembangkan. Pelakunya juga harus berdaya saing," tuturnya.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Awang Khaliq menuturkan, Pekan Kreatif Kaltim tahun 2022 akan diikuti 15 komunitas unggulan Ekraf kabupaten/kota se-Kaltim, dari subsektor fashion, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain dan seni rupa. Kemudian, Duta dari Provinsi Jambi, Sumsel dan Kaltara, 46 UMKM Samarinda, 11 otomotif show.
"Jumlah peserta dan pengunjung selama 5 hari pekan kreatif 2022 diperkirakan 10 ribu orang dan di akhir acara akan dihitung peredaran uang selama kegiatan ini," ungkap Awang Khaliq.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Rusdi