Sementara untuk harga telur Rp32-35 ribu per Kg dinilainya masih sedikit naik dibanding harga cabai Rp45-50 ribu per Kg dan bawang merah Rp30 ribu per Kg yang harnya sudah relatif murah.
"Ini (harga) ayam terlalu murah kalau Rp27 ribu di pasar. Kalau dijual Rp27 ribu terlalu murah berarti dia belinya Rp17 ribu. Seharusnya harga ayam itu Rp33-35 ribu per Kg baru. Mereka kan beli dari peternak itu Rp25 ribu per Kg, ini kalau dijual Rp27 ribu terlalu murah," kata Zulkifli Hasan.
Menyoal kenaikan harga bahan pokok, Zulkifli menyebutkan jika harga beli sudah mahal, maka harga jual harus dipertimbangkan dengan biaya transportasi yang dikeluarkan pedagang. Melihat harga telur yang tinggi dari sebelumnya, Zulkifli berharap dalam beberapa pekan ke depan akan segera melandai.
"Memang kalau dia modalnya tinggi maka ambil untung dan ongkos segitu, telur masih tinggi sedikit, mudahan minggu depan sudah turun dari Rp32 per Kg, Rp31 ribu per Kg. Karena di Jawa rata-rata Rp30 ribu dan di Sumatra sudah Rp30 ribbu," jelasnya.
Dia menambahkan, jika dikaitkan dengan rencana kenaikan harga BBM yang dimungkinkan dapat mencekik kalangan pedangan, Zulkifli memberi solusi agar Pemkot dan Pemprov melakukan subsidi terhadap BBM.
"Ada pak gubernur dan wali kota, kalau ada naik 10 persen, Gubernur dan Wali Kota bisa pakai dana cadangan seperti transportnya. Jadi misalkan dari Bima datang barang, pemerintah subsidi transportnya," ujarnya.
Melihat kerapian Pasar Merdeka, Zulkifli memujinya lantaran ia belum menjumpai pasar yang tersusun lengkap dengan ruangan laktasi untuk ibu menyusui.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Maruly Zainuddin