Seperti diketahui, guna mengontrol pembelian BBM, Dishub bekerja sama dengan BRI dan Pertamina meluncurkan fuel card 2.0 atau kartu kendali pembelian BBM pada April lalu yang diresmikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
“Hari ini terakhir perbaharuan fuel card, kita sudah beri kesempatan beberapa kali sehingga kita undur di 12 Agustus terakhir, tapi masih banyak yang belum melakukannya,” kata Hotmarulitua Manalu kepada Korankaltim.com, Jumat (12/8/2022).
Dikatakannya, bahwa pada 15 Agustus 2022 mendatang fuel card lama akan segera dikunci sehingga pengguna fuel card lama tidak dapat melakukan pembelian BBM lagi.
“15 Agustus nanti kita akan kunci fuel card lama, jadi konsekuensinya tidak bisa melakukan pembelian dan banyak yang tidak kami approve (menyetujui) karena tidak melakukan perpanjangan KIR, over load dan tidak perpanjang STNK. Mereka otomatis tidak bisa membeli BBM,” Jelasnya.
Manalu juga membeberkan beberapa waktu lalu pihaknya mendapatkan informasi dari SPBU bahwa masih ada sekitar 161 kendaraan truk yang menggunakan fuel card lama dan melakukan pengisian berulang kali.
Untuk itu pihaknya akan segera melakukan pendataan ulang supaya pembelian BBM tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu. “Fuel card merupakan kontroling pemerintah agar penyaluran BBM subsidi bio solar dapat tepat sasaran,” pungkasnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Maruly Zainuddin