"Memang selama PPKM khusunya pandemi terjadi penurunan revenue hotel tapi yang terdampak selama PPKM diberlakukan itu langsung menurun drastis sampai 50 persen okupansi," ucapnya kepada media ini Rabu (25/8) sore.
Untuk meningkatkan okupansi lanjut Renny pihaknya sudah melakukan upaya promosi dengan harga di bawah normal akan tetapi belum mampu mendongkrak. "Karena kan warga dari luar kota dibatasi dan harus ada vaksinasi sebagai syarat untuk memenuhi protokol kesehatan jadi itu masih buat kami kendala, "tuturnya.
Namun demikian pihaknya tetap mendukung program pemerintah terkait PPKM. Sebagai wujud mendukung program pemerintah kata Renny pihaknya juga membuka promo terhadap pengunjung hotel yang dapat menunjukan kartu vaksinasi serta mendownload aplikasi Peduli Lindungi.
" Ini ada PPKM Level IV diberlakukan ada relaksasi bahkan ada aplikasi peduli lindungi yang harus dijalankan oleh perhotelan itu kami juga mencoba promosikan jadi dengan itu setiap tamu yang sudah divaksin dan mempunyai aplikasi tersebut dapat diskon tunggu saja promonya," sebutnya.
Dia berharap dengan adanya relaksasi tersebut dapat mendongkrak okupansi hotel, sebanyak 150 kamar hanya 60 kamar saja yang terisi. "Harapan bisa kembali normal dan sehat yang saya tahu kan sudah banyak penurunan kasus saya rasa PPKM ini juga berhasil tapi ya ada plus minusnya. Jumlah kamar 150 kamar tingkat okupansi sehari 60 kamar terisi," Jelasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan