Joko Widodo memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku-pelaku usaha agrobisnis, dan pemangku kepentingan pertanian lainnya, yang tak henti memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi.
"Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga telah berhasil meningkatkan ekspor produk-produk pertanian." kata Presiden dalam sambutan.
Ia menjelaskan dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, baru 293 kabupaten/kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggul ekspor, baik itu produk sawit, karet, kopi, dan beberapa komoditas lain yang diminati pasar global.
Selanjutnya, Presiden juga menyampaikan kepada para Gubernur, Wali Kota Dan Bupati untuk menggali potensi ekspor di daerahnya masing-masing. "Kita tidak boleh menyerah dan harus lebih jeli menggali potensi ekspor di daerah masing-masing.
Masih banyak potensi ekspor yang sangat besar dan juga saya minta sambungkan dengan supply chains nasional dan supply chains global sehingga petani mudah untuk mengekspor, pelaku-pelaku usaha pertanian juga mudah untuk mengekspor sehingga bisa berkembang menjadi sentra-sentra produksi pertanian yang berorientasi ekspor." kata Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, untuk kegiatan pelepasan yang melalui Pelabuhan Laut Kariangau Balikpapan, nilai total komoditas yang di ekspor adalah sebesar Rp. 746,8 miliar, dengan tiga negara tujuan yakni, China, Amerika Serikat dan Filiphina.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim saya mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya merdeka ekspor ini," kata Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.
Lanjutnya, nilai ekspor hasil pertanian periode Januari-Juni 2021 menurut catatan BPS Kaltim adalah senilai Rp. 18,533 Triliun. "Itu semua adalah pencapaian yang perlu kita apresiasi," tandasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan