Kabar Pemadaman Listrik Hari Ini Bikin Masyarakat Kaltim Gaduh
1 menit baca4.782 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemadaman listrik selama 10 jam yang terjadi pada 27 Mei lalu dan membuat Kalimantan Timur jadi blackout menghantui masyarakat Benua Etam lagi.
Itu menyusul beredarnya sebuah surat di aplikasi WhatsApp perihal pemadaman jaringan listrik padam selama satu hari pada Minggu (6/6/2021) hari ini.
Surat berlogo PLN itu beredar sejak Sabtu (5/6/2021) kemarin dan masih tersebar hingga saat ini yang membuat masyarakat gaduh.
“Siap-siap cas (charger) hape saja, listrik mau mati seharian,” kata Tri Susi, warga Samarinda Seberang kepada korankaltim.com pagi tadi dimintai tanggapannya.
Diah Mariyanti, ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Perjuangan Sempaja mengutarakan hal yang sama. “Jangan-jangan kayak hari itu lagi ya, wah bakalan kepanasan sampai malam,” ujar Diah.
Dalam surat berperihal pemberitahuan pemadaman jaringan listrik tersebut disebutkan pemadaman dilakukan menyusul akan adanya pemeliharaan penggantian jalur pipa gas milik PT REA Kaltim Plantations yang mengalami korosi atau berkarat di jalur Biogas Cakra yang membuat listrik harus dipadamkan selama enam jam karena perbaikan atau pergantian pipa berlangsung.
Pemadaman dilakukan secara total di semua wilayah kerja PLN Perdana. Namun kekhawatiran masyarakat tak terbukti karena hingga pukul 09.00 WITA pagi ini, tidak ada listrik padam khususnya di wilayah Kota Samarinda.
Informasi yang diperoleh korankaltim.com, pemadaman hanya dilakukan di wilayah Kutai Kartanegara sebagai wilayah yang menghubungkan arus listrik di tempat perbaikan pipa PT REA Kaltim Plantations yang di Kaltim berpusat di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sebelumnya Kaltim mengalami blackout pada 27 Mei lalu setelah terjadinya gangguan pada transmisi listrik di Balikpapan yang membuat beberapa kota dan kabupaten mengalami listrik padam selama 10 jam sejak siang hingga malam hari dan kondisi itu terjadi sammpai ke Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Penulis/Editor: Aspian Nur










