Eskpor di Kaltim lanjut dia, disokong oleh produk migas dan non migas seperti batu bara. Eskpor barang migas pada bulan April 2021 mencapai 80,35 juta US Dollar dan mengalami kenaikan 155,1 persen kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Maret 2021. Untuk eskpor barang non migas, mencapai 1,4 miliar US Dollar. Meskipun mendominasi sektor eskpor, penjualan barang non migas turun 5,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kalau dihitung secara kumulatif, nilai ekspor dari Januari sampai April 2021, sudah mencapai 5,55 miliar US Dollar. Angka ini naik 12,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu,” lanjutnya.
Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, pada bulan April 2021, ekspor barang non migas sangat mendominasi hingga mencapai 96,71 persen. Sedangkan barang migas hanya menyumbang peranan sebesar 3,29 persen. Kelompok barang sektor migas meliputi minyak mentah, hasil minyak, dan tentu saja gas. Sedangkan untuk barang-barang non migas, seperti hasil tambang, hasil industri, dan produk pertanian.
Sampai saat ini, ekpsor barang untuk komoditi migas masih menjadikan Tiongkok dan Taiwan sebagai pembeli utamanya. Nilai dagang yang terjadi bersama kedua negara tersebut mecapai 47,43 juta US Dollar untuk Tiongkok, dan 32,92 juta US Dollar untukTaiwan.
“Negara ini berperan 100 persen untuk penjualan migas dari Kaltim. Khusus bulan April 2021,” sambung Anggoro.
Sedangkan untuk komoditas non migas,tujuan ekspor utamanya adalah Tiongkok, India dan Malaysia. Rata-rata transaksi yang terjadi di kedua negara tersebut berkisar antara 140 hingga 430 juta US Dollar.[]
Penulis : */Permata
Editor : Redaksi Koran Kaltim