Sales Branch Manager Rayon I Kaltim-Kaltara, Adi Nandiwardhana menambahkan, kawasan pelosok paling diutamakan dalam penempatan Pertashop. "Tentunya kawasan pelosok yang sangat membutuhkan BBM murah serta berkualitas," timpal Adi.
Masyarakat yang ingin berinvestasi di Pertashop harus menyiapkan modal Rp250 juta untuk satu unit modular lengkap dengan dispenser dan tangki BBM berkapasitas 3.000 liter. BBM yang disediakan berjenis Pertamax dan Dexlite.
"Kami berikan dispenser dengan standar keamanan dan operator tersertifikasi. Harga BBM sama seperti di SPBU," bebernya. Selain modal Rp250 juta, calon pengusaha juga harus mempersiapkan lahan dengan luas minimal 100 meter persegi dan juga perizinan dari pemerintah setempat. Tentunya juga tidak berdekatan dengan SPBU.
Adapun syarat untuk berinvestasi di Pertashop selain memiliki modal dan lahan antara lain Warga Negara Indonesia yang memiliki izin usaha (UD, koperasi, CV, PT atau badan usaha lainnya). Memiliki kelengkapan administrasi yang masih berlaku (KTP, NPWP dan akta pendirian perusahaan). "Kemudian mendapatkan rekomendasi dari kepala desa atau pemerintah setempat," tandas Adi.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan