“Ya ini cabai dari Surabaya mas, yang dari Sulawesi gak datang lagi. Infonya karena sebagian ada yang rusak dan gagal panen karena faktor cuaca,” jelas Jopian kepada korankaltim.com, Selasa (6/4/2021). Dirinya berharap jelang puasa Ramadan 1442 Hijriyah pekan depan, harga cabai bisa berangsur membaik karena saat puasa permintaan cabai akan semakin meningkat.
“Mudahan tidak naik lagi syukur-syukur bisa turun. Ini saja cabai yang datang hari ini dibagi-bagi seluruh penjual yang ada di pasar biar masing-masing lapak bisa menjual,” harapnya. Ketika ditanyakan tanaman sayur lokal khususnya cabai lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar, dirinya tidak mengetahui penyebab pasti.
“Tidak tahu kalau masalah itu, semoga saja ga naik lagi harganya semisal cabai dari kawasan Jonggon bisa panen. Jadi sekarang ini mending kami beli beras 10 ribu rupiah dapat sekilo daripada beli cabai yang sekilonya 120 ribu,” papar Jopian.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar H Tajuddin mengatakan pihaknya sejauh ini terus berupaya agar harga-harga di pasaran tetap stabil terlebih lagi menjelang Ramadan.
“Setiap pekan kami selalu memantau, sebagian besar komoditi harganya masih aman, hanya harga cabai yang melambung. Memang ini disebabkan kondisi nasional bahkan di Jakarta sudah Rp150 ribu perkilonya menurut informasi yang kami terima,” ungkap Tajudin.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Aspian Nur