Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Kaltim mengatakan saat ini pihaknya sedang menggencarkan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk dapat mengerti skema pasar dagang internasional.
"Jadi kami berikan pelatihan dan pembelajaran, bagaimana sebuah UMKM bisa memasarkan produknya secara ekspor," ujar Kepala Kpw Bank Indonesia Kaltim Tutuk SH Cahyono.
Diakui Tutuk, pasar yang semakin besar akan mempengaruhi kuantitas penjualan sebuah produk UMKM. Jika UMKM hanya fokus pada pasar lokal, maka potensi yang ada tidak bisa dikembangkan lebih lanjut.
"Karena saingan kita ini bukan cuma antar 1 UMKM ke UMKM lain tapi dengan negara-negara Asia lain," ungkapnya.
Kaltim sendiri menargetkan agar setidaknya ada 100 UMKM yang bisa menjual produk mereka keluar negeri, alias ekspor. Target tersebut diharapkan bisa tercapai sampai tahun 2023 mendatang.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur