Chalid Said Salim dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk menjaga tingkat produksi di WK Mahakam.
“Penandatanganan ini adalah perwujudan upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional, mengingat kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam,” katanya dalam rilis yang diterima Korankaltim.com.
Nilai kontrak ini mencapai 68 juta dolar amerika berdurasi 1,5 tahun, dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun dan komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60,01%.
General Manager PHM, Agus Amperianto mengatakan, akan ada rig yang didatangkan ke WK Mahakam untuk menggantikan Rig Raisis pada kwartal kedua tahun ini.
Rig tersebut juga mendukung pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil. Agus berharap Apexindo berperan aktif mengusulkan program-program efisiensi. Termasuk berbagai inovasi optimasi operasi akan sangat mendukung program Locomotive-8z
“Pengembangan berbagai inovasi demi optimasi operasi akan sangat mendukung program Locomotive-8 (Low Operation Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies -8),” kata Agus.
Program Locomotive-8, PHM melancarkan upaya terintegrasi untuk optimasi biaya pada semua aktivitas operasi dengan berbasis inovasi dan sinergi, tujuannya demi menjaga keekonomian dan keberlanjutan di lapangan-lapangan WK Mahakam yang sudah berada di fase natural decline atau penurunan alamiah.
SKK Migas menyambut baik penandatangan kontrak pengadaan rig ini. Terlihat tekat PHM untuk mempertahankan gelar ingkar produksi di WK Mahakam.
" juga merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030,” katanya.
Untuk menjaga produksi 2021 tidak turun, SKK Migas dan KKKS meningkatkan jumlah kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 616 sumur. Naik 144 persen dibandingkan realisasi 2020 yang sebesar 252 sumur. Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi WK Mahakam adalah salah satu tulang punggung produksi hulu migas nasional di tahun 2021 dan menuju target 2030.
SKK Migas mendorong agar dalam pelaksanaan kontrak ini PHM menggunakan tenaga kerja dan bahan baku dalam negeri sehingga kandungan lokal dapat melebihi target yang ditetapkan.
"Diharapkan kontrak ini akan memberikan efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja nasional, termasuk pemberdayaan dan pembinaan UKM lokal di sekitar daerah operasi” tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi