Tutuk menyampaikan inflasi di Kaltim tercatat pada angka 0,14 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yakni 0,25 persen.
“Kalau dikelompokkan dari pengeluarannya, sumber utamanya dari kenaikan harga kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,69 persen. Kelompok makanan, mnuman dan tembakau juga ada 0,37 persen,” kata Tutuk.
Untuk komoditas pangan, cabai rawit turut mengalami inflasi sebesar 28,74 persen, lalu produk hasil lau seperti ikan juga mengalami inflasi sebesar 4,31 persen. Peningkatan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas dilatarbelakangi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. Sedangkan jumlah pasokan mulai terbatas karena tingginya curah hujan sehingga cuaca menjadi kurang kondusif.
“Khususnya di wilayah yang jadi produsen kebutuhan pokok ya. Ini diperkirakan terjadi pada masa triwulan pertama tahun ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, inflasi yang cukup tinggi di Kaltim masih dapat ditanggulangi dengan deflasi bulanan yang terjadi pada komoditi bawang merah sebesar 11,03 persen, angkutan udara 6,01 persen dan daging ayam ras sebesar 2,18 persen.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan