Salah satu pedagang musiman, Amir mengatakan, dirinya optimistis dalam berjualan meskipun saat ini sedang pandemi Covid-19. Hanya saja jumlah dagangan yang dijualnya tidak sama dengan tahun lalu. “Tetap optimistis, insya Allah pasti laku saja yang penting sudah berusaha. Kalau dulu memang yang berjualan disini adik saya, tahun ini saya yang berangkat untuk berjualan selama satu bulanan ini,” kata Amir kepada korankaltim.com, Minggu (27/12/2020) hari ini.
Pedagang musiman asal Madura, Jawa Timur ini menempati lapak jualan di salah satu titik kawasan Pasar Tangga Arung, Tenggarong yang tahun lalu dipakai oleh adiknya Ahmad Zubadi untuk menjual barang dagangan yang sama. Dirinya mengaku sudah berjulan kembang api dan terompet sejak tanggal 10 Desember lalu.
“Memang terasa kurang karena corona ini, makanya saya untuk jumlah terompet kurang menyiapkan stok yang banyak dan menjual terompet pelastik saja karena sekarang kan hari-hari sering hujan, saya membeli dagangan ini di Kota Samarinda,” ungkapnya.
Amir berharap meskipun saat ini sedang Covid-19, masyarakat tetap banyak yang berminat dengan jualannya karena tradisi merayakan malam tahun baru belum lengkap kalau tidak ada keseruan suara terompet dan ledakan kembang api yang menghiasi pemandangan langit saat malam.
“Alhamdulillah dari awal berjualan sejak tanggal 10 Desember lalu yang lebih banyak laku memang kembang api. Saya menjual aneka kembang api dari harga lima ribu sampai 200 ribu rupiah, untuk terompet dengan harga 15 ribu sampai 20 ribu rupiah,” tutup Amir. (*)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur