Rombongan dari LPPM Untag Samarinda dipimpin langsung Suhardimanbersama sejumlah dosen dan puluhan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Pasca Karya Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang dan disambut hangat oleh Ketua DPRD Kukar didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) Kukar M. Ridha Dermawan dan perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
Atas kunjungan audiensi ini Ahmad Yani menyampaikan apresiasi atas inisiatif Untag Samarinda bersama masyarakat Desa Bangun Rejo yang telah datang langsung untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi mengenai permasalahan sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi audensi dan penyampaian aspirasi langsung dari Tim Pengabdian Masyarakat Untag Samarinda dan masyarakat Desa Bangun Rejo. Ini langkah positif untuk bersama-sama mencari solusi peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Ahmad Yani dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (7/11/2025).
Legislator PDIP ini berharap apa yang dilakukan oleh Untag Samarinda ini seharusnya bisa dicontoh oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Bahkan menurutnya tak hanya pihak akademisi, seharusnya hal baik semacam ini juga bisa dilakukan oleh para dunia usaha.
“Semoga bisa dicontoh para lembaga pendidikan lainnya dan diikuti langkah kepeduliannya kepada kelompok tani oleh para perusahaan yang beroperasi di Kukar,” harapnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Untag Samarinda dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan didanai melalui hibah Kemendiktiristek Tahun Anggaran 2025.
Program ini bertujuan memfasilitasi pengorganisasian dan pemberdayaan Kelompok Tani Pasca Karya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bangun Rejo. Dalam dialog, berbagai persoalan turut disampaikan, antara lain kelangkaan pupuk, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta tantangan petani dalam mengembangkan usaha tani secara mandiri. (adv)