Tidak sekadar hadir, legislator nomor satu Kukar itu juga bertindak sebagai imam salat subuh berjemaah di masjid yang berlokasi di Jalan AM Sangaji tersebut.
Usai salat, Ahmad Yani diminta oleh jemaah dan pengurus masjid untuk menyampaikan tausyiah keagamaan. Dalam ceramah singkatnya, ia membahas keutamaan ibadah puasa serta manfaat besar melaksanakan salat sunnah di malam hari.
“Beliau menjadi imam dan memberikan tausyiah ba’da salat subuh. Tausyiah yang beliau sampaikan terkait hasil latihan puasa tahun lalu yang harus tetap dijalankan setelah bulan Ramadan, dan berkah puasa sunnah Senin Kamis serta perbanyak salat sunat malam. Alhamdulillah Kukar mendapat seorang pimpinan lembaga yang kuat ibadah dan sangat agamis semoga terus istiqomah dan menginspirasi masyarakat,” kata perwakilan Takmir Masjid KH Muhammad Sadjid, Syamsul Ma’arif kepada Korankaltim.com, Minggu (2/11/2025).
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukanlah hal istimewa. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewajiban setiap muslim untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-nya.
“Salat lima waktu adalah kewajiban, terlebih lagi jika kita bisa istiqomah menjalankan ibadah sunnah misal salat malam atau rutin berpuasa, yakin dan percaya pasti batiniah dan lahiriah kita InsyaAllah sehat,” terang Yani. (Adv)
Editor: Erwin