Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Persatuan, Mengokohkan Silaturahmi, dan Membangun Kontribusi Nyata Ikatan Keluarga Minangkabau untuk Kutai Kartanegara yang Maju” itu berlangsung di Aula Serbaguna Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jalan Mawar, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong.
Dalam arahannya sebelum membuka Musda, Desman berharap kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh warga Minangkabau yang ada di Kukar.
“Ajang silaturahmi untuk seluruh warga Minang di Kutai Kartanegara. Harapannya peran warga Minang untuk berkontribusi dan mengawal pembangunan, kemudian bisa bekerja sinergi bersama pihak terkait sesuai visi misi organisasi Ikatan Keluarga Minang,” kata Desman Minang Endianto yang merupakan legislator PKB ini.
Diketahui dalam Musda IKM ini terdapat calon tunggal yang bakal dipilih menjadi Ketua IKM periode 2025-2030, ialah Zaili Effendi yang merupakan salah satu tokoh warga Minang yang berdomisili di Kecamatan Tenggarong.
Perwakilan Panitia Musda IKM Kukar, Dasrizal menjelaskan pelaksanaan Musda ini dilakukan sesuai instruksi DPP IKM Pusat dan DPW Kaltim guna memilih Ketua IKM Kukar.
“Sebelumnya kami warga Minang yang ada di Kukar mengadakan juga rapat musyawarah untuk membentuk kepanitiaan Musda, karena selama ini di Kukar ada dua organisasi Minang yaitu Ikatan Keluarga Minangkabau pimpinan Buyung Rayo dan Minangsayong pimpinan Zaili Effendi,” kata Dasrizal.
Meskipun terdapat dua organisasi Minang di Kukar, keluarga Minang tetap hidup rukun. Namun, menurut pemerintah, kondisi tersebut dinilai kurang baik karena menimbulkan kesan adanya dualisme kepengurusan.
Dasrizal menjelaskan kepemimpinan IKM versi Buyung Rayo dipilih secara sepihak tanpa melibatkan warga Minang di Kukar, bahkan proses pemilihannya dilakukan di tingkat provinsi. Ia menambahkan, sempat terjadi pro dan kontra, tetapi warga Minang di Kukar tidak pernah mempermasalahkannya.
Sementara itu, IKM yang dipimpin Zaili Effendi telah menjalani dua periode kepemimpinan, pertama di bawah Yazmet dan periode kedua oleh Zaili Effendi sendiri.
“Dari dua organisasi ini yang memicu pemikiran di DPP pusat untuk menyatukan warga Minang yang ada di Kukar, agar dilebur menjadi satu supaya tidak ada lagi kebingungan atau dua organisasi di Kukar padahal sama-sama orang Minang,” jelasnya.
Dari hasil rapat mufakat disepakati pembentukan panitia musda untuk memilih ketua yang akan dipilih oleh warga Minang di Kukar. (Adv)
Editor: Erwin