“Kami DPRD Kukar berkomitmen memperkuat pelaksanaan program ini agar tidak hanya menyentuh kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA, tetapi juga menjangkau anak-anak kita PAUD bahkan hingga kelompok lanjut usia,” kata Ical dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (23/10/2025).
Menurut Legislator PDIP ini, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, DPRD Kukar mendorong agar program makan bergizi gratis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat gizi dan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat.
"Bagaimana pendidikan mau maksimal kalau kesehatannya tidak mumpuni. Jadi makan siang gratis ini kita dorong agar benar-benar sampai ke lapisan paling bawah," tegasnya.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, DPRD Kukar mendorong adanya sinergi lintas sektor. Program ini akan melibatkan posyandu, PKK, dan puskesmas di tingkat kecamatan dan desa sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pendistribusian. "Kita koordinasikan dengan posyandu, teman-teman PKK, dan puskesmas. Mereka nanti yang ikut mengawasi agar program ini benar-benar tepat sasaran," jelasnya.
Lebih lanjut, Ical mengungkapkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) telah menyusun skema teknis pelaksanaan, termasuk kebutuhan anggaran dan mekanisme pendistribusian bantuan.
"Nominal dan rangkaiannya sudah dibahas bersama teman-teman kesehatan dan DPMD. Tinggal bagaimana diarahkan supaya bisa maksimal di tahun depan," harapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi antara perangkat daerah, lembaga masyarakat, serta dukungan DPRD dalam penganggaran dan pengawasan. Karena itu, pihaknya siap memberikan dukungan politik agar program makan siang gratis benar-benar memberikan dampak nyata.
"Kami di DPRD siap mengawal dari sisi kebijakan dan penganggaran. Yang penting pelaksanaannya tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Andi Faisal menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan konsumsi, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutai Kartanegara. Ia optimistis, jika dijalankan dengan baik, program ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di tingkat hingga paling bawah.
"Ini cita-cita besar untuk masa depan. Kalau anak-anak sehat, balita dan lansia juga terpenuhi gizinya, maka generasi Kukar ke depan akan tumbuh lebih kuat," demikian Ical. (adv)