Paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kukar Abdul Rasid didampingi Wakil Ketua II Junadi, Wakil Ketua III Aini Farida dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji M Arifin, Bupati dan Wabup Kukar, Aulia Rahman Basri Rendi-Solihin perwakilan anggota DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan dan Guntur, Anggota DPRD Bulungan, Anggota DPRD Kota Samarinda, Anggota DPRD Kota Balikpapan dan unsur Forkopimda.
Rapat paripurna diawali dengan seni tari dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an, penampilan seni tarsul oleh salah seorang anak berprestasi kelas 4 SDN 028 Tenggarong, dilanjutkan tayangan video berdirinya Kota Tenggarong oleh H Iwan dan Murdian beserta rekan-rekan.
Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid atas nama lembaga legislatif dan pribadi mengucapkan selamat berulang tahun Kota Tenggarong tercinta.
“Semoga Kota Raja Tenggarong yang etam cintai ini terus dilimpahkan keberkahan oleh Allah Subhanahuwataala dengan begitu seluruh masyarakatnya hidup sejahtera dan bahagia di bawah lindungan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,” harap Rasid.
Sementara itu dalam pidato yang disampaikannya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, berharap Kota Tenggarong tetap menjadi etalase Kutai Kartanegara yang tetap menjadi kota heritage yang penuh dengan syarat peradabannya dari masa ke masa.
“Yakni peradabannya yang menjunjung tinggi nilai adat dan budaya serta Tenggarong makin menjadi cerminan kita dalam pembangunan Kutai Kartanegara,” kata dokter Aulia sapaan akrabnya.
Bupati menjelaskan bahwa secara struktur Kota Tenggarong merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kukar, tetapi jika dilihat secara kultur, Tenggarong ini adalah kota-nya para raja-raja, di mana seperti yang tertuang dalam fakta sejarah, dahulu kala terjadi pemindahan kekuasaan yakni dari wilayah Pemarangan pindah ke Tangga Arung dan itu menjadi cikal bakal kota Tenggarong.
“Dulu namanya Tangga Arung, tentunya dengan penuh syarat historical ini kita berharap Tenggarong ini tetap menjunjung tinggi nilai peradaban menjaga budayanya dan tetap menjadi kota modern yang tetap memperhatikan adat istiadat yang ada di Kutai Kartanegara,” harap Aulia. (adv)
Editor: Erwin