Turut hadir Camat Tabang Rakhmadani Hidayat bersama instansi terkait. Anggota Komisi I DPRD Kukar Erwin menyayangkan Kepala Desa Sidomulyo tidak hadir pada RDP kali ini. Dari hasil RDP ini, Erwin mengungkapkan diketahui ada tujuh orang yang terduga melakukan tindakan tambang emas illegal, namun tiga diantaranya merupakan warga asli desa setempat.
“Tiga warga asli sana, kesimpulannya pertama memohon meminta kepada pakar hukum untuk menindak tegas dalam artian tetap mengutamakan humanis karena memang mereka masyarakat di situ supaya tidak terlalu (memberatkan masyarakat asli, red). Kemudian kalau untuk alat (alat berat yang digunakan menambang, red) akan diselidiki lebih lanjut,” ungkap Erwin kepada korankaltim.com, Rabu (10/9/2025).
Selanjutnya kesimpulan kedua, Erwin menyebutkan DPRD bersama OPD terkait diharap untuk selalu berkoordinasi tentang kebijakan-kebijakan yang memang akan dilakukan antara legislatif dan eksekutif ke depannya, karena melihat permasalahan tambang emas di Tabang ini merupakan persoalan klasik dan selalu berulang. Hanya saja pada kasus yang terbaru ini pelaku menggunakan alat berat.
“Jadi tidak balance antara masyarakat yang menambang secara tradisional dengan yang menggunakan alat berat, ya meskipun memang yang tradisional itu juga dikompromikan makanya pihak OPD terkait ESDM provinsi DPMPTS, DLHK akan mensinkronkan semua itu akan diterbitkan baik perda maupun perbup,” sebutnya.
Selain menyikapi persoalan hukumnya, pada RDP kali ini juga terkuak bahwa adanya dugaan keterlibatan aparatur perangkat desa, dalam hal ini Desa Sidomulyo. Namun Legislator Golkar ini tidak menampik jika ada dugaan indikasi keterlibatan perangkat desa dari wilayah desa lainnya yang ada di Kecamatan Tabang.
Untuk perangkat desa indikasi terduga terlibat itu akan dilakukan pemanggilan oleh DPMD. Pemkab Kukar langsung menindaklanjuti dengan pemanggilan kades dan perangkat desa se-Kecamatan Tabang. “Selain Kades Sidomulyo ada beberapa kades lain juga yang terduga terlibat dan ini dibenarkan oleh pihak perusahaan kayu pemilik HPH (Hak Pengusahaan Hutan, red) yang ada di kawasan Tabang, ternyata ada banyak kades ada beberapa aparat desa lain selain Sidomulyo, bahkan desa lain itu sudah ditangani oleh Polres Kukar, informasi yang saya dapat itu sebelum tanggal 17 Agustus cuma tidak ditemukan orang tapi alat dan pondok pekerja, itu lokasinya di Desa Umaq Bekuai,” pungkas Erwin. (adv)