Digelarnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pada kegiatan ini Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, bertindak sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk ‘Strategi Mendorong Regulasi Perda Perlindungan Perempuan’. Dalam pemaparannya, Ahmad Yani menegaskan pentingnya perlindungan perempuan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan amanat konstitusi.
"Perempuan bukan untuk disakiti, tetapi untuk dihormati," ujar Ahmad Yani dengan tegas.
Politikus PDIP ini menekankan bahwa perlindungan terhadap perempuan bukan hanya merupakan isu sosial, tetapi juga merupakan kewajiban bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi semua.
Ahmad Yani menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan regulasi yang adil dan manusiawi, serta memastikan bahwa DPRD Kutai Kartanegara akan menjadi garda depan dalam proses pembentukan Perda Perlindungan Perempuan.
"Perjuangan kita bersama belum selesai. DPRD Kutai Kartanegara siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan regulasi yang adil dan manusiawi untuk perempuan," tegasnya.
Diketahui, dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi, Plt. Kepala DP3A Kukar Hero Suprayitno menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi terkait, guna merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak perempuan di daerah.
Forum ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Satpol PP Kukar, Dinas Kesehatan, UPT P2TP2A, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Polres Kukar, Hakim Pengadilan Agama Tenggarong, Kepala Bagian Hukum Setkab Kukar, serta jajaran internal DP3A Kukar.
“Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar sektor dalam rangka mempercepat terbentuknya Perda yang responsif terhadap kebutuhan dan perlindungan perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mengakomodasi kepentingan perempuan di berbagai aspek kehidupan,” harap Hero. (Adv)
Editor: Aspian Nur