“Karena harus ada pengolahan sampah apalagi ada bantuan dari perusahaan dan sebagainya, memang kendala kami itu lahan tapi yang pasti kan sudah ada usaha dari Kecamatan Muara Kaman untuk itu. Izinnya baik saja, untuk target sudah mulai cuma tinggal jalan kami bikinkan menuju hulu dan hilir, dari jalan itu untuk bisa masuk kelapangan baru setelah itu pengolahan sampah seperti apa supaya ada untuk nambah perekonomian masyarakat kita,” ungkap Pak Mon sapaan akrab Kamarur Zaman kepada awak media, Senin (16/6/2025).
Selain persoalan sampah, politikus Golkar ini juga menyoroti sejumlah jalan rusak serta akses yang sulit dilalui oleh masyarakat.
Namun, hal tersebut telah dikoordinasikan langsung oleh masyarakat dengan dirinya. Pak Mon menyatakan usulan perbaikannya sudah diupayakan, tetapi masih menunggu alokasi anggaran dalam APBD Perubahan 2025.
“Sudah kita usulkan dan masih menunggu di perubahan, paling tidak di 2026, tapi diupayakan perubahan mudahan dananya ada. Kita positif saja karena itu untuk memperlancar lalu lintas, daerah Kutai Timur bisa lewat, kemungkinan menyusul nanti Muara Kaman, kan jauh hari ini lebih duluan. Alhamdulilah di Sebulu lokasi sudah ada perencanaan dan sebagainya, kalau di Muara Kaman sudah ada beberapa kendala kami lihat di lapangan,” tegasnya. (Adv)
Editor: Erwin