"Tentu kita apresiasi karena dengan adanya forum ini maka unsur pentahelix mampu berperan maksimal dalam penanggulangan bencana," kata Ria kepada korankaltim.com, Jumat (5/7/2024).
Ria menyebutkan yang dimaksud pentahelix ialah terdiri dari lima unsur stakeholder terkait yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media. "Karena forum ini telah dibentuk semoga menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah dan mampu berkontribusi bagi masyarakat terutama dalam upaya baik itu pra bencana, saat terjadi dan pasca bencana," harap Iyak sapaan akrab politikus Gerindra ini.
Sebagai informasi, Forum PRB Kukar resmi dibentuk di Ruang Rapat Martadipura Lantai 1 Kantor Bappeda, Kamis (4/7/2024).
Kegiatan dibuka resmi Asisten II Kukar, Ahyani Fadianur Diani, dengan dihadiri oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Agus Tianur, unsur Forkopimda dan para undangan.
Kalak BPBD Kaltim, Agus Tianur menjelaskan pembentukan PRB sangat strategis. Pertama, Kabupaten Kukar ini adalah kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Timur. Kemudian, wilayah ini berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur, serta dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, pembentukan PRB menjadi sangat penting.
Agus juga menyatakan, bahwa forum PRB ini memiliki potensi untuk menjadi model terbaik di Kalimantan Timur. Kukar adalah kabupaten yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki banyak perusahaan yang berinvestasi di daerah tersebut.
"Pembentukan PRB ini memiliki filosofi bahwa bencana adalah masalah kita bersama. Jadi tanggung jawab tidak semata-mata ada pada pemerintah atau BPBD, tetapi juga pada seluruh masyarakat," tegasnya. (Adv)
Editor: Supiansyah