Menurut Junadi, iklim yang seperti inilah yang mampu mengasah kemampuan dan jam terbang para anak-anak muda untuk aktif berolahraga khususnya sepak bola.
"Dari yang awalnya ikut-ikutan karena lingkungan sekitar banyak yang bermain bola akhirnya juga menyukai, kemudian dari suka akhirnya menekuni dan terus berkelanjutan sampai menjadi kebutuhan," kata Junadi kepada korankaltim.com, Selasa (7/11/2023).
Politikus Gerindra ini menegaskan kondisi seperti ini sebaiknya terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga olahraga sepak bola menjadi ciri khas daerah Kukar dan desa-desa yang ada di seluruh Kukar.
"Dengan demikian pembibitan atau generasi di olahraga sepak bola tidak akan pernah kehabisan, di seluruh penjuru desa dan kecamatan semuanya pasti ada. Oleh karena itu pentingnya mendukung sarana prasarana misalnya dengan mempunyai minimal satu lapangan bola di masing-masing desa dan kelurahan, kemudian mengaktifkan para pemudanya. Ini penting dilakukan dan harus difasilitasi oleh semua pemerintahan desa dan pemerintah kelurahan," tegasnya.
Apa yang ditegaskan Junadi ini sejatinya sudah dilakukan oleh kades-kades inspiratif di Kukar, diantaranya adalah Desa Tani Bakti Kecamatan Loa Janan dengan M Amin selaku Kadesnya. Kontribusi desa ini dalam hal prestasi cukup mentereng karena dalam setiap perhelatan sepakbola usia dini, SSB Baja yang merupakan binaan Desa Tani Bakti selalu memperoleh juara.
Kemudian bergeser ke wilayah ulu yakni ada Desa Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman yang menjadikan sepakbola sebagai sumber pemersatu masyarakat. Berkat kegigihan Kadesnya yakni H Ardinansyah yang dipercaya menjadi Ketua Askab PSSI Kukar, penantian Kukar selama puluhan tahun untuk jadi juara umum di Porprov akhirnya bisa terwujud pada Porprov Berau tahun 2022 lalu.
"Dan lebih membanggakannya lagi prestasi sepak bola ini baik anak-anak usia dini dan tim Porprov kemarin adalah anak-anak Etam asli Kutai Kartanegara, tidak ada pemain dari luar daerah, " demikian Jujun sapaan akrab anggota dewan yang berasal dari Kecamatan Loa Kulu ini. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin