Berbeda dari kegiatan sosper sebelumnya, kali ini Politikus PPP ini ingin menyerap langsung masukan serta saran dari draft Raperda tentang Pengamalan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dari kaum akademisi.
"Kita sosper di Unikarta mendengarkan langsung masukan dari adik-adik mahasiswa, karena selama ini kritis kan namun tidak dilibatkan," kata Zullfiansyah kepada korankaltim.com, Selasa (7/11/2023).
Ketika ditanya seberapa pentingnya Raperda ini dibahas dan untuk kemudian disahkan menjadi Perda, Zulfiansyah menilai hal ini lebih dititikberatkan pada edukasi dari masing-masing perorangan dari bangku sekolah.
"Pentingnya perda itu sebenarnya ya penting juga, namun penting sangat ya tidak terlalu ya karena tempo dulu sudah ada PMP, PPKN dan pelajaran terkait Pancasila namun sekarang inikan tidak ada lagi, harapannya dengan ada Perda ini nanti bisa menjadi dasar kurikulum, ini juga instruksi dari pusat," ungkapnya.
Pemerintah daerah ini sifatnya hanya melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat dan berharap Perda ini nantinya bisa segera disahkan.
"Jadi kita di daerah ini sifatnya mengakomodir, itulah makanya coba melibatkan mahasiswa walaupun kenyataannya kawan-kawan adik-adik mahasiswa ini menyerang person (oknum yang tidak mengamalkan Pancasila serta kajian terkait wawasan kebangsaan, red)," demikian Zullfiansyah. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin