Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid mengatakan RDP ini digelar untuk menyikapi keinginan tujuh desa agar keberadaan PT Bayan Group bisa memberikan manfaat pembangunan bagi desa-desa yang berada di Ring 1, Ring 2 maupun Ring 3 dimana perusahaan itu diketahui bergerak di sektor pertambangan batu bara.
"Dalam kegiatan pembangunan desa juga harus dilibatkan. Ini awal yang baik untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada di Tabang. Apa yang disampaikan kepada desa tidak terlalu macam-macam, wajar-wajar saja, harapannya pelan-pelan bisa tersalurkan dengan baik, baik itu masalah pendidikan, kesehatan maupun ekonomi kerakyatan," kata Rasid didampingi Wakil Ketua Komisi II Betharia Magdalena, Ketua Komisi I Yohanes Badulele Dasilva dan Ketua Komisi IV Baharuddin.
Politikus Golkar ini berharap setelah dari pelaksanaan RDP ini diharapkan para kades yang tergabung dalam naungan Papdesi dan desa-desa yang ada di Kecamatan Tabang bisa sering berkomunikasi dengan baik bersama manajemen PT Bayan Group.
Diharapkan agar keberadaan perusahaan tambang terbesar di Kukar ini bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan di desa-desa.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV Baharuddin yang menerangkan CSR atau tanggungjawab sosial perusahaan tentu erat kaitannya bagaimana kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasional. "Jadi tinggal perusahaannya saja yang diminta sejauh mana kepeduliannya terhadap desa-desa yang ada di wilayah operasionalnya," kata Baharuddin.
Sementara Wakil Ketua Komisi II Betharia Magdalena bahwa CSR yang disalurkan diharapkan menyesuaikan skala prioritas dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing dari desa-desa yang bersangkutan.
"Bisa memprogramkan skala prioritas yang terdekat dulu, saya harap kedepan lebih cepat lebih bagus kita programkan, kami maunya kalau bisa dari pihak desa dulu yang mengusulkan baik itu terkait usulan pendidikan, kesehatan pembangunan umum di desa masing-masing, karena setiap desa beda kebutuhan urgent nya," kata Betharia. (Adv)
Editor: Aspian Nur