Menurut Rasid dipilihnya Kukar menjadi salah satu daerah untuk kegiatan ini tentu ada kaitannya dengan keberadaan Kukar menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Ini kewenangan pusat melakukan penunjukkan Kukar untuk berpartisipasi dalam agenda simulasi, mungkin ini ada kaitannya dengan Kukar bagian dari IKN," kata Rasid.
Rasid berharap ini bisa dimaksimalkan dalam pelaksanaan Pemilu pada riilnya nanti. Pelaksanaan Pemilu 2024 diharapkan bisa berjalan dengan baik, dan bisa melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil tanpa ada permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas di Kukar.
Menyikapi bahwa Kaltim masuk wilayah 5 besar rawan konflik, Politikus Golkar ini berkeyakinan kondusif wilayah bisa tetap terjaga di Kaltim.
"Dalam pelaksanaan pemilu, Kaltim dan Kukar khususnya termsuk wilayah yang aman. Semua pernah mengikuti pelaksanaan pesta demokrasi di Kukar ini selalu kondusif dan memang itu sangat dijaga," harapnya.
"Beda pilihan beda partai itu wajar-wajar saja, tapi jangan sampai beda pilihan beda partai membuat kita terpecah belah," tegas Rasid. (adv)