Tahun ini dirinya berkurban 7 ekor sapi dengan rincian 5 ekor diserahkan untuk prosesi penyembelihannya di sekolah dan masjid yang ada di Kecamatan Tenggarong, sedangkan dua ekor lagi disembelih sendiri di rumahnya kawasan Perumahan Tambak Rel, Kelurahan Baru, Tenggarong.
"Satu ekor di Masjid Agung, satu di Masjid Baiturrahman depan rumah kemarin pas hari Kamis sudah disembelih, 1 di Masjid Al Ikhlas Gunung Sentul, 1 di SMKN 2 Tenggarong, 1 SMA Negeri 2 Tenggarong dan dua ekor nya di sini (rumah)," kata Saparudin kepada korankaltim.com, Sabtu (1/7/2023) sembari mempersiapkan sebilah parang untuk menyembelih sapi yang kedua.
Politikus PKS ini mengungkapkan, berbagi hewan kurban ke lembaga pendidikan dan masjid sekitaran Tenggarong ini rutin dilakukannya setiap tahun dan ini sudah memasuki tahun keempat semenjak dirinya menjabat selaku Anggota DPRD Kukar.
Dirinya mengaku dengan keterbatasan yang dimiliki memang belum bisa memberikan hewan kurban ke semua lapisan masyarakat, jadi setiap tahun digilir semisal sekolah, masjid atau kelompok masyarakat yang sudah mendapatkan di tahun sebelumnya, maka tahun ini tidak diberi. Semua dilakukan untuk pemerataan pembagian dan bukti nyata kehadiran dirinya selaku anggota DPRD Kukar bagi masyarakat.
"Yang lain selalu saya gilir, terkecuali untuk masjid depan rumah, setiap tahun saya kasih dan ini tahun keempat. Kalau yang dulu udah pernah tahun ini tidak, jadi mohon maaf saya gilir dan belum bisa seluruhnya karena kemampuan kita terbatas, inginnya kita semua bisa merasakan. Yang jelas kurban ini ibadah yang sangat mulia sesuai sabda Yang Mulia Rasulullah," harapnya.
Dirinya menegaskan apa yang dilakukan ini murni untuk berbagi dengan masyarakat serta meneladani secara konsisten sikap ketakwaan seperti dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Bertindak sebagai algojo menurut mantan kepala SDIT dan mantan kepala SMAIT, Nurul Ilmi Tenggarong ini, hal tersebut biasa-biasa saja karena memang bukan kali ini saja dirinya menyembelih hewan kurban, jadi sudah terbiasa dan bukan hal yang canggung lagi bagi dirinya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin