Menurut Rasid, sangat penting pelatihan peningkatan kompetensi penutur bahasa daerah yang diperuntukkan bagi guru-guru SD dan SMP ataupun komunitas pegiat bahasa daerah yang ada di Kaltim khususnya Kukar ini.
"Selain sebagai instrumen utama dalam berkomunikasi, bahasa juga menunjukkan identitas suatu bangsa yang menjadi ciri khasnya, begitu pula dengan peranan bahasa daerah ini mencerminkan suatu identitas daerah jadi harus Etam lestarikan," kata Rasid.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai kebudayaan lokal, termasuk keberagaman bahasa di setiap daerah. Walaupun bangsa Indonesia telah memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa daerah sebagai warisan budaya lokal harus tetap dilestarikan, terutama bagi para generasi muda sebagai pilar utama bangsa Indonesia saat ini.
Tercatat ada 718 bahasa daerah dimiliki Indonesia. Untuk di Kukar sendiri, realita terjadi bahwa ada hal yang mengkhawatirkan dengan menurunnya jumlah penutur bahasa daerah khusus bahasa Kutai di setiap tahunnya.
"Jadi sangat penting didukung kegiatan revitalisasi bahasa daerah khususnya bahasa Kutai, kedepan juga kabupaten ini menjadi bagian dari IKN, dengan menjaga dan melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa Kutai maka keberadaan bahasa Kutai nanti ketika IKN sudah disini maka Etam urang Kutai jua tidak akan tersisih," sebut Rasid. (Adv)
Editor: Aspian Nur