Berdasarkan informasi dari Dispar, setelah satu bulan dibuka tepatnya September lalu ini, Pulau Kumala sudah mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyentuh angka Rp70.051.000 juta.
Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian mengatakan, dari data ini jadi dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat maupun peningkatan PAD Kukar.
"Artinya potensi pendapatan itu masih sangat besar. Hanya saja kemasan untuk PAD ini masih belum maksimal, jadi pengelolaan wisatanya perlu dibenahi. Untuk masukan dan saran kami kepada pemerintah bahwa sekarang ini kan Dinas Pariwisata harus gencar mempromosikan wisata-wisata daerah yang ada di Kukar. Salah satunya Pulau Kumala ini perlu dirias dan dikemas baik-baik, jangan hanya itu-itu saja untuk wahannya, jadi perlu ada inovasi-inovasi , perlu juga belajar dari luar bagaimana menjadi kunjungan yang tidak membosankan," kata Sopian kepada koranlaltim.com, Rabu (5/10/2022).
Politikus Gerindra ini menegaskan agar wahana di Pulau Kumala harus dilakukan pembaharuan, dengan harapan jika hal ini dilakukan maka akan semakin menambah daya tarik kunjungan wisatawan yang hadir ke Kukar khususnya Kota Tenggarong.
"Jadi harus diupdate-diupdate lagi jadi ada pembaruan wahana-wahana wisata di Pulau Kumala supaya itu lebih menarik dari kunjungan wisata baik dari lokal maupun luar. Harapannya kedepan melihat potensi yang baik dari Pulau Kumala yang menarik pengunjung itu yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan perlu disupport baik sarana prasarana maupun fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung saat berwisata," pungkas Sopian. (Adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur