Rasid menjelaskan, Erau berasal dari kata eroh yang artinya suasana ramai atau suasana penuh suka cita. Festival Erau ini sudah dilaksanakan berabad-abad lamanya oleh Kesultanan Kutai, tepatnya sejak abad ke-12 masehi.
Festival Erau merupakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi. “Alhamdulillah Erau kembali dilaksanakan, oleh karena itu saya atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kukar mengimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat turut serta menyukseskan pesta adat kebanggaan etam Kutai ini," kata Rasid kepada korankaltim.com, Rabu (21/9/2022).
Politikus Golkar ini menegaskan, tujuan Erau selain mendatangkan wisatawan juga diharapkan dapat memperkenalkan budaya dan kearifan lokal masyarakat Kutai kepada dunia. “Erau merupakan warisan budaya luhur dari nenek moyang kita yang wajib kita jaga dan pelihara. Dalam festival ini akan digelar berbagai kesenian dan tradisi Kesultanan Kutai,” tegasnya.
“Saya berharap kepada semua pihak dan warga masyarakat dapat mensukseskan pelaksanaan Erau tahun ini, dengan menjaga tradisi, ketertiban dan keamanan lingkungan,” timpal Rasid.
Sebagai informasi, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura telah melaksanakan ritual Beluluh pada Rabu (21/9/2022). "Ritual Beluluh ini untuk mensucikan atau membersihkan Sultan Adji Muhammad Arifin dari pengaruh kotor dan energi-energi negatif di dalam dirinya," kata Raden Dedy, kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Raden Dedy kepada Korankaltim.com disela acara Beluluh pagi tadi.
Erau 2022 akan digelar ditandai dengan prosesi mendirikan Tiang Ayu dan baru berakhir ketika dilaksanakannya prosesi merebahkan Tiang Ayu. Erau sendiri berlangsung mulai 20 September 2022 hingga 3 Oktober 2022 yang akan datang. (Adv)
Penulis :Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin