“Sektor pertanian juga terpenting selain perbaikan jalan dan konektivitas jalan antar wilayah. Dari usulan yang kami serap kemarin itu diantaranya kawan-kawan masyarakat petani ingin dibangunkan perbaikan jalan usaha tani sepanjang 1,5 kilometer untuk memudahkan mengangkut hasil panennya, juga pintu klep irigasi pertanian sebanyak 5 unit itu yang mereka minta,” kata Rasid.
Desa Rapak Lambur memang secara mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani, sehingga menurut Rasid, perbaikan jalan usaha tani juga tetap menjadi perhatiannya dan juga upaya pencegahan kerusakan jalan dengan melakukan perbaikan drainase. “Jalan di RT 13 tembusan jalan Abdul Moeis kurang lebih tiga kilometer itu perlu pengerasan. Drainase RT 5 dan RT 9 kurang lebih 1 kilometer, penting dilakukan perbaikan karena air dari puritan itu meluap dan sangat rawan mengikis jalan yang sudah disemenisasi. Begitu usulan para petani yang disampaikan pada reses kemarin,” ungkapnya.
Selain akan memperjuangkan perihal tadi, Rasid juga memberikan solusi kepada para kelompok tani yang cukup resah karena lahan pertaniannya sebagian masuk ke desa tetangga.
Politikus Golkar ini menegaskan agar para petani tidak perlu risau dengan letak keberadaan tanah pertanian yang berada di kawasan dua desa sekaligus ini. “Jadi selama lahan itu diakui oleh pemerintah desa setempat misalnya Desa Bloro Kecamatan Sebulu ya tidak masalah, yang menjadi masalah itu jika lahan yang ada di desa tetangga itu keberadaannya tidak diakui secara sah bahwa itu milik kelompok tani,” pungkas Rasid
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur