“Target angan-angan kami masuk di XXI, makanya kami melihat dulu hasil editing ini nanti,” katanya kepada korankaltim.com, Jumat (12/11/2021).
Politikus PPP ini menyebutkan film ini akan menjadi sebuah aset milik Pemkab Kukar. Karena dalam pembuatannya pun mereka bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. “Ini akan jadi aset, otomatis jikalau film itu jadi ini sudah berupa aset bagi Kukar,” sebutnya.
Diketahui, pada Oktober 2021 lalu, DPRD Kukar telah menggelar Kukar Workshop Training, Coaching dan Reanding Talent Pembuatan Film Perisai Mahakam selama empat hari.
Kegiatan itu didukung oleh pihak Sekretariat DPRD Kukar dan difasilitasi oleh Dispar Kukar, serta dihadiri langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah untuk memberikan dukungan.
Zulfiansyah mengatakan, melalui film ini dapat membantu mengembangkan seni dan budaya asli Kukar melalui visual yang diterjemahkan melalui film Perisai Mahakam, tentunya hal ini diharapkan semakin memperluas promosi seni budaya dan kearifan lokal Kukar di mata nasional bahkan internasional nantinya.
Zulfiansyah yang terpilih dari Dapil I Tenggarong ini menegaskan, Film Perisai Mahakam merupakan terobosan dan semacam edukasi yang digarap oleh putra daerah. Hadirnya film ini diharapkan dapat memicu untuk melahirkan sineas baru yang dapat mengangkat budaya Kukar.
“Kenapa kita tidak bisa, kita harus bisa. Makanya film ini merupakan terobosan, mudah-mudahan next nanti akan muncul sineas-sineas yang akan mengangkat budaya, mengangkat adat istiadat, khususnya karena Kutai ini kerajaan tertua, di Nusantara,” demikian Zul. (Adv)
Penulis :Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan