"Kami minta perhatian dari Balai Wilayah Jalan Perwakilan Kalimantan Timur untuk melakukan perbaikan di jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, tidak hanya bagi Kukar, itu juga bagi masyarakat Kabupaten lainnya," katanya kepada korankaltim.com, Senin (8/11/2021).
Anggota Komisi III DPRD Kukar ini menegaskan paling tidak dalam tahun depan sudah ada upaya perhatian dari pemerintah yakni dengan menganggarkan untuk perbaikan fisik di tahun berjalan. "Jalan mulai SP 4 perbatasan Kota Bangun menuju Kutai Barat rusak berat, jadi tolong Balai besar jalan yang mewakili pemerintah pusat, hal ini menjadi perhatian, kami minta diprioritaskan di tahun 2022-2023, tegasnya.
Sarpin yang berasal dari Dapil VI ini meminta perbaikan jalan harus berupa semenisasi bukan diaspal, karena tonase kendaraan yang melintas adalah kendaraan angkutan barang bukan hanya angkutan orang saja.
"Kalau bisa perbaikan nya itu jangan aspal tapi harus dicor, beton semenisasi, sebab itu kendaraan yang melintas setiap hari di jalur trans Kalimantan itu besar-besar. Kalau aspal saja cepat rusak jadi harus semenisasi. Beberapa kali semenisasi dari PU itu baik, kalau di aspal maka tidak lama itu pasti hancur, itu lintas trans Kalimantan baik itu menuju ke Melak ke Kutai Ulu maupun ke Kalimantan Tengah di situ semua lewatnya, namun sekarang jalan di situ hancur," pungkas Sarpin.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan