Inilah yang disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Hairendra yang berharap perayaan Sumpah Pemuda jangan hanya perayaan seremonial. saja.
"Harus tetap kita implementasikan makna peringatan Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya pada tanggal 28 Oktober saja kita meresapi dan memaknai nya, tapi terus dilakukan arti pemahaman luhur peran pemuda dalam mengisi kemerdekaan ini dengan hal positif dan inovatif tentunya," kata Hairendra kepada korankaltim.com, Jumat (29/10/2021).
Politikus Golkar ini menyatakan kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia.
"Yakni dengan memiliki karakter kuat, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik, terlebih dalam upaya kita bersama untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," terangnya.
Hairendra yang berasal dari Dapil Loa Kulu - Loa Janan ini menegaskan seperempat dari populasi masyarakat Indonesia adalah kaum pemuda. Maka diharapkan dengan jumlah yang potensial ini bisa membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
"64,50 juta Pemuda Indonesia, atau seperempat dari populasi penduduk Indonesia menjadi harapan besar kemajuan bangsa yang sudah di depan mata, akan tetapi, tanpa komitmen bersatu para pemuda untuk bangsa, niscaya impian menjadi bangsa yang unggul tidak akan terwujud," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan