
"Dari perjalanan menuju TKP Sidak ada beberapa titik yang perlu mendapatkan perhatian segera. Dekat sawah itu dan karena memang tinggal berapa meter saja itu (lobangnya red), kalau itu juga putus maka sama saja akses jalan akan terputus ke Bontang. Info dari pak Camat, titik tersebut terletak di Semangkok tepatnya di Sebuntal Lama namanya," kata Rasid kepada korankaltim.com, Minggu (12/9/2021).
Politisi Golkar ini menyebutkan jembatan ini harus segera diperbaiki karena akses vital, penghubung Marangkayu dengan Kota Bontang. "Tolong karena ini akses masyarakat, apalagi daerah Semangko kan menjadi daerah pertanian dan hasilnya sudah melimpah, nanti mau dibawa ke mana kalau akses ini terputus," sebutnya.
Setelah melewati Jembatan Besi di Santan Tengah, rombongan Ketua DPRD Kukar dan Wakil Ketua kembali berhenti untuk melihat kondisi jembatan yang secara kasat mata sudah ada beberapa bagian yang mengkhawatirkan, salah satunya sudah terlihatnya besi rangka jalan beton yang ada di atas badan jembatan. Selain itu, ada hal lain yang sangat mengkhawatirkan yakni ketika jembatan dilintasi kendaraan, goyangan jembatan sangat terasa.
"Info dari Pak Camat, jembatan itu memang perlu mendapatkan perawatan, karena itu juga sudah lama usianya sejak 2003, jamannya Almarhum Pak Kaning. Saya pikir harusnya nanti ada tim teknis PU lah yang harus memikirkan," sebutnya.
Hal senada ditambahkan Alif Turiadi yang menegaskan harus segera ada perbaikan berat dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum terhadap akses vital jembatan yang ada di Marangkayu. Hal ini harus segera dilakukan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah dan menyebabkan jatuhnya korban karena mobilitas tinggi warga yang melintas.
"Kalau yang di Semangkok itu sudah berlobang cukup besar jadi yang melintas harus bergantian, dan yang jembatan besi itu sangat terasa sekali goyangannya, ya semoga saja tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena batasan maksimal yang boleh melintas itu hanya 6 Ton, tapi nyatanya rata-rata per hari yang melintas lebih dari 10 ton. Karena selain untuk umum, jalan tersebut kan lewatnya CPO sawit masyarakat, truck pasir sehingga rata-rata beban angkutnya diatas 10 ton. Jadi kalau itu tidak segera dibagusi ya riskan," tegas Alif. (Adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan