“Jadi kami melakukan sidak ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, dan benar saja jembatan yang dibangun di Desa Santan Ilir dan Santan Tengah ini tidak sesuai spek dari bentuk jembatan. Padahal menguras anggaran Rp14 miliar lebih,” kata Rasid kepada awak media, kemarin.
Sidak ini juga turut dihadiri Anggota DPRD Dapil V yakni Baharuddin, Abdul Wahab, dan Ma’aruf Marjuni. Mereka didampingi Camat Marang Kayu Rekson Simanjuntak dan perwakilan Dinas PU Kukar dari staf teknis jembatan.
“Kita lihat kondisi yang ada di lapangan ini ya jauh dari spek yang diharapkan. Mengkhawatirkan, karena jembatan yang besar anggarannya seperti ini tapi kualitas pengerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ini proyek dikerjakan tahun 2019. Tapi belum apa-apa sudah rusak seperti ini. Kita berharap nanti tidak ada pekerjaan yang seperti ini lagi. Kita mengharapkan kualitas pekerjaan yang ada di Kukar ini harus sesuai dengan spek dan aman bagi semuanya karena ini untuk fasilitas umum,” tegas Politisi Golkar ini.
Kalau terjadi apa-apa terkait kondisi jembatan yang seperti ini lanjut dia, masyarakat juga yang dirugikan. Kata dia, DPRD melaksanakan fungsi kontrolnya secara langsung berkaitan dengan proyek ini. Anggaran Rp14 miliar cukup besar karena dibutuhkan masyarakat Marangkayu ini yang sudah lama mendambakan. “Sebelumnya jembatan kayu saja. Alhamdulillah ini sudah beton, cuma ya sangat disayangkan anggaran besar tapi kualitas pengerjaannya kurang. Ini jalur akses vital kalau masyarakat sendiri memilih jalan ini karena tidak banyak tanjakan dan menjadi alternatif jalur menuju ke Bontang. Tapi kalau banyak masalah seperti ini, kan menghambat transportasi yang ada. Tindak lanjutnya kita akan memanggil pihak terkait agar segera diperbaiki agar bisa dimanfaatkan dengan layak dan aman,” tandasnya. (adv)
Editor : Bambang Irawan