“Ada dua kegiatan yang kita inisiasi dan telah dilakukan oleh OPD teknis yakni Dinas Pertanian Kukar, pertama penyusunan Peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan study investigasi hidrologi pertanian,” kata Iyak sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Jumat (3/9/2021).
Meskipun saat ini Kukar belum sepenuhnya terbebas dari pandemi Covid-19, nyatanya kegiatan pemetaan dan sosialisasi studi ini tetap berjalan dan antusias seluruh kecamatan yang terlibat juga cukup besar.
Dinas Pertanian dan Peternakan dengan seluruh stakeholder yang berkepentingan secara bergantian menggelar zoom meeting selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu-Jumat (1-3/9/2021).
“Rabu, Kamis dan Jumat, 10 kecamatan prioritas yang mengikuti, di hari pertama empat kecamatan, hari kedua empat kecamatan dan hari Jumat ini tadi dua kecamatan. 10 kecamatan prioritas di bidang pertanian adalah Kota bangun, Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Anggana dan Marangkayu,” sebut Iyak yang juga anggota Komisi II DPRD Kukar ini.
Ia menjelaskan beberapa yang dibahas adalah pemetaan pertanian sawah yang didalamnya membahas irigasi, alat mesin pertanian (alsintan), jalan usaha tani dan mekanisme yang segala sesuatu menyangkut terkait data tentang pertanian di Kukar.
“Jadi selaras dengan yang diinginkan Bupati, yakni harus bekerja sesuai data. Misalnya kelompok tani menyampaikan proposal, Dinas pertanian tidak langsung oke, tapi dilihat dulu sesuai kebutuhan yang diperlukan, misalnya mereka perlunya lima, tapi mereka sudah ada dua, ya diberikannya tiga bukan memenuhi sesuai yang ada di proposal," jelasnya.
Iyak yang terpilih dari Dapil I Tenggarong ini menegaskan, semua kegiatan di bidang pertanian harus terukur dan terarah sehingga mendapatkan output yang jelas dan bagus. Dengan memiliki data base yang kuat, maka segala persoalan bisa diurai masalahnya. Data base yang menjadi output dari kegiatan pemetaan dan study pertanian ini dimaksudkan untuk rencana besar persiapan Ibu Kota Negara (IKN).
"Kita harus mempersiapkan untuk IKN, tidak usah lah dulu untuk konsumsi luar, untuk konsumsi ketercukupan dan ketersediaan pangan kita saja lah dulu, harus kita persiapkan sejak sekarang. Tujuan utama dan outputnya dari kegiatan ini adalah data base yang dimiliki Dinas Pertanian sebagai dasar mereka menjalankan program kerja pertanian, 10 kecamatan yang jadi prioritas yang selama ini menjadi kawasan lumbung pangan Kukar," demikian Iyak. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan